It's ALL about EPPHY

......On My Way To Become Good Wife And Great Mother.......

Go!

"I have lived through much and I now I think I have found what is needed for happiness. A quiet, secluded life in the country with possibility of being useful to people" -Tolstoy

Monday, June 17, 2013

Cerita dari Djarum Indonesia Open 2013

Taufik Hidayat, The Legend

“Kalau kamu mau bermain bola, maka tempatmu di Brazil, tapi kalau kau mau bermain bulutangkis, maka tempatmu adalah di sini, Indonesia”
Itu adalah kata-kata dari Ayahnya yang selalu Taufik ingat. Taufik Hidayat, seorang legenda bulutangkis yang memutuskan untuk gantung raket seusai mengikuti ajang Djarum Indonesia Open 2013. Prestasinya selama mengikuti kejuaraan bulutangkis dan mengharumkan nama Indonesia selama 25 tahun sudah tak bisa terhitung banyaknya. Dedikasinya yang luar biasa terhadap Bulutangkis telah menginspirasi saya dan ribuan orang lainnya.

Berawal dari sebuah cerita teman tentang semangat juangnya, hingga saya sendiri secara diam-diam mengagumi permainan Bulutangkisnya, bahkan saya pernah membuat sebuah kliping yang saya buat sendiri dari koran yang memang sengaja saya beli demi bisa mengumpulkan gambar Taufik Hidayat dan menjilidnya. Obsesi melihat Taufik Hidayat secara langsung bertanding di lapanganpun akhirnya tercapai pada tahun lalu. Dan kini dia sudah mundur, tak akan ada lagi perjuangannya di kancah pertandingan Bulutangkis, tak akan ada lagi semangat bajanya yang menggebu, tak akan ada lagi namanya yang disebut-sebut dalam tim Bulutangkis, tak akan ada lagi...........

"Terima kasih Taufik atas segala upaya, perjuangan dan cucuran keringatmu untuk mengharumkan nama Indonesia, terima kasih banyak....."

Cerita dari Istora

Awalnya sudah pesimis duluan kalo gue gak bakal bisa nonton Indonesia Open tahun ini. Keuangan gue bulan ini emang udah gak bisa di otak atik lagi. Gue pasrah.Tapi ternyata Allah berkehendak lain, tiba-tiba saja gue bisa berada di Istora Senayan, it’s magical, dan gue bener-bener bersyukur.



Berada di sekeliling arena pertandingan, dengan nuansa merah yang menggelora, gemuruh teriakan para supporter yang menggema memekakkan telinga, keangkuhan para atlet yang sedang bertanding di tengah arena, it’s priceless moment. Seru banget pokoknya. Meski pas keluar dari arena mendadak agak-agak budek hahaha, tapi seru kok.

Gue datang ke Istora pas babak perempat final, di hari itu ada 11 wakil Indonesia yang bertanding, namun sayang hanya 4 orang yang bisa melangkah ke babak semi final dan hanya satu yang lolos ke babak final, so sad. Yang di sayangkan lagi, gue kehilangan moment nonton permainan Taufik Hidayat untuk yang terakhir kalinya karena Taufik udah tumbang duluan di ronde awal. Momen yang gue lewatin selanjutnya adalah aksi Lee Yong Dae, gue Cuma sempat ngeliat doi lagi jalan di depan gue ketika doi mau tanding di court 3, sedang gue berada di depan court 1, walhasil gue sama sekali gak bisa ngeliat penampilan Lee Young Dae. Tapi berhubung gue ngebet abis pengen liat Oppa Young Dae, akhirnya gue pindah tempat duduk, gue keluar dari arena dan muter-muter biar bisa masuk ke court 3. Eh ternyata ketika gue udah tiba di depan court 3, lapangannya udah kosong, Oppa Young Dae udah selesai main, oh no..... gue udah bela-belain menyeberang ke sebelah, eh, Lee Yong Dae malah udah lenyap. Gue kecewa berat.

Suara teriakan In-Do-Ne-Si-A prok prok prok, teriakan habisin habisin habisin ketika tim Indonesia tinggal selangkah lagi menuju kemenangan, teriakan huuuuuuuuuuuu eaaaaaaaaaaaa huuuuuuuuuuuuu eaaaaaaaaaaaaaaa yang bergemuruh, dan tentu saja gue termasuk salah satu yang supporter yang dengan loyalnya turut menyumbang suara demi tim tercintah. Moment yang tak kalah seru adalah ketika para pemain melemparkan kaos pada para supporter, rusuh banget, tapi rusuh yang sportif :b

Dari keriuhan di arena, yang paling berkesan adalah penampilannya Markis Kido dan Hayom Rumbaka, mereka main dengan pol-polan, salut buat mereka berdua. Dan yang tak kalah mengesankan adalah perjuangan Bellatrix Manuputty yang berjuang habis-habisan, rubber set dengan skor 20-20-21, tapi akhirnya kalah juga. Bayangin, betapa nyeseknya Bela. But it’s just a game. Meski tahun ini di Indonesia Open atlet Indonesia hanya berhasil memperoleh satu gelar yakni di nomor ganda putra atas nama Muhammad Ahsan dan Hendra Setyawan, namun setidaknya Indonesia telah mempersembahkan acara yang fantastis ini dengan sangat sempurna. Tatanan dekorasi luar arenanya juga keren banget. Salut buat tim penyelenggara Djarum Indonesia Open 2013.


See You Next Year at Indonesia Open 2014

Wednesday, June 12, 2013

Saat ini saya ini terlibat dalam Young on Top Campus Ambasador. I'm so excited about it.

Tugas pertama saya sebagai YOTCA adalah sebagai volunteer di acara Young on Top National Conference 2013 di divisi perlengkapan. Saya belum pernah terjun di divisi ini sebelumnya, yang saya tau ini divisi yang paling capek :p hehe (kata orang sih). But, I'm so excited about it, I'll do my best.

My Favorite Book

I love the inspiring book. I mean that, I love the book that give me inspiration and make me do something better, for my self and for other people.

For this time, the book that really inspiring me is Titik Nol by Agustinus Wibowo. This is not just travel book, but more than that, we can get so much knowledge and motivation from it. Titik Nol teach us how to reach our dream and how a strangest dream coming true even in the end the final result is not important anymore. The social life betwen the country that Agustinus Wibowo visited represent that people in this world is same, have the same reason to laugh and have the same reason to cry. Even we had the different language, religion, country, skin colour, etc, but we are connecting each other, we are only human. One book that have many lesson. Love it so much.

Other book that I really love is Life Traveler by Windy Ariestanty and Ibuk (a novel) by Iwan Setyawan. Both are travel book. Yes, I love travel book so much. Travel book make me go to other place that I never go to there before and I get some story of life from it.

So, what is your favorite book :)

Monday, June 10, 2013

Cekelan Pulpen

Nenekku pernah bercerita, bahwa ketika aku masih bayi dulu, seorang pamanku bilang "arek iki mbesok pan gede cekelane pulpen" kelak saat besar nanti anak ini pegangannya adalah pena. Beberapa waktu aku sempat memikirkan hal ini, apa artinya cekelan pulpen? Kuli tinta gitu maksudnya? Jurnalis? Penulis? Entahlah. Yang jelas aku tumbuh bersama buku-buku dan menyukai dunia tulis menulis. Apapun profesiku kelak, aku akan menjalaninya dengan senang hati.

Sunday, June 9, 2013

Closer by Travis

've had enough of this parade
I'm thinking of the words to say
We open up unfinished parts
Broken up, it's only luck
And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I'll never leave you
Just need to get closer, closer
Lean on me now, lean on me now
Closer, closer
Lean on me now, lean on me now
Keep waking up without you here
Another day, another year
I seek the truth we set apart
[Incomprehensible] a second chance
And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
[ From:
I ll never leave you
Just need to get closer, closer
Lean on me now, lean on me now
Closer, closer
Lean on me now, lean on me now
Lean on me now
And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I'll never leave you
Just need to get closer, closer
Lean on me now, lean on me now
Closer, closer
Lean on me now, lean on me now
Lean on me now
Closer, closer
Closer, closer

Friday, June 7, 2013

if you deserve of something, you will achieve it. God knows what's better for you. It is not about what we want, but it is about what we need. Just do your best and let God do the rest. (unknown)

Sunday, May 26, 2013

Workshop Relawan OTBA2013 di Aula Universitas Paramadina

Selalu ada cerita dari sebuah perjalanan.....

Gak banyak yang bisa gue ambil dari kisah perjalanan gue ke Aula Kampus Paramadina untuk mengikuti workshop relawan 1001 buku kemaren. Karena gue sedang sakit, jadi gue gak bisa mengikuti acara itu sampai akhir.

Di antara pembicara yang hadir dalam acara tersebut, yaitu dari Aksi Cepat Tanggap, Taman Baca Pelangi dan Indonesia Mengajar, yang paling berkesan adalah dari Indonesia Mengajar yang diwakili oleh Jessica Hutting, beliau adalah Pengajar Muda yang ditempatkan di Sahire, sebuah pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Filipina.

Jessica Hutting bercerita sedikit tentang Indonesia Mengajar, menjadi relawan dan para anak didiknya di Sahire, beliau juga memperlihatkan foto-foto yang diambil ketika beliau mengajar di sana. Kata Jessica, di sana sangat minim fasilitas, tapi warga di sana sangat tulus dan mau berbagi dengan orang lain.

Gue sempat menitikkan air mata melihat video yang berisi foto-foto anak didik Jessica, wajah-wajah lugu mereka ngingetin gue pada anak-anak yang pernah gue ajar ketika di kampung dulu. Hingga terbesit angan di hati gue, semoga one day gue bisa membuka taman baca dan mengajak anak-anak untuk belajar dan bermain bersama seperti dulu.

Friday, May 24, 2013

Interview YOTCA with Billy Boen at Plaza Indonesia

Awalnya sempat pasrah, gue bakal kehilangan kesempatan itu, dan sia-sia semua assignment yang udah gue kerjain selama sebulan di sela-sela kesibukan gue ngerjain tugas kuliah dan kerja.

Tapi akhirnya gue bisa bernafas lega dan merasa puas banget. Apapun nanti keputusannya gue udah gak peduli lagi, gue puas banget bisa berpartisipasi dalam Young On Top Campuss Ambasador dan bisa lolos sampai tahap akhir. Gue puas. Apalagi gue ngedapetin kesempatan buat belajar, ngobrol dan sharing langsung dengan sosok inspirator gue, mas Billy Boen. Gue puas dan bersyukur banget. This chance is priceless.

Billy Boen, pendiri Young on Top ini ternyata sangat down to earth dan easy going banget. Gue kagum. Beliau ngasih gue waktu buat memperkenalkan diri gue, kemudian beliau memberikan pertanyaan-pertanyaan standar yang sudah pernah gue prediksikan sebelumnya, tapi gue gak yakin dengan jawaban yang udah gue kasih, banyak yang ngeblank, hehe. Over all, gue udah cukup puas dengan apa yang udah gue lakukan hingga saat ini. Gue puas. Di akhir wawancara mas Billy Boen memberikan gue waktu untuk menjawab pertanyaan buat mas Billy, dan dengan spontan gue tanya gimana sih caranya biar bisa mempuk rasa percaya diri. Dan beliau menjawab dengan santai, kenali kelebihan dan kekuranganmu, gali kelebihanmu dan perbaiki kekuranganmu. Singkat tapi padat. Gue suka cara mas Billy Boen menjawab pertanyaan gue dan menginterview gue , gue suka cara mas Billy Boen dan ketiga mentor YOTCA menyambut gue dan gue respect banget.

Thank you YOTCA, akhirnya malam ini gue terdampar di Plaza Indonesia, nyasar di ex Plaza, menikmati deretan gedung tinggi di malam hari, dan menyaksikan kucuran air mancur Bunderan HI yang dihiasi kelap-kelip lampu kota. Senangnya... gue senang banget malam ini. Alhamdulillah....


Terjatuh by Fahd Djibran

taken frrom http://www.fahdisme.com/2013/05/terjatuh.html

***

Ini cerita tentang seorang perempuan yang terjatuh.



***

Aku melihat perempuan itu berjalan terburu-buru dengan langkah-langkah yang lelah. Rambutnya tak bercahaya, lebih terlihat tak terururs dan bercabang. Wajahnya tidak gembira, tentu saja: Ada sesuatu yang dia sembunyikan di dalam dirinya—menjadi beban bagi hatinya.

“Kejar mimpimu!” Suara itu, seperti berasal dari segala penjuru, membuatnya berjalan lebih cepat lagi. Tapi kakinya yang mungil semakin lelah dihajar angin yang membuat sekujur tubuhnya menggigil. Dan ketika kaki kirinya tersandung sesuatu yang membuatnya terjerembab, sekedipan mata dia segera bangkit lagi: Memaksa dirinya berusaha lebih keras lagi. “Seribu kali jatuh, seribu kali bangkit!” Teriaknya.

Aku melihat perempuan itu ingin menangis, tapi ia tahan sekuat tenaga. Dia tahan sekuat tenaga. Kemudian dia kembangkan lagi dadanya, dia paksakan senyumnya. “Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa!” Gumamnya. Mengulang-ulang semacam mantra yang ia kira akan membuat semuanya baik-baik saja.

Maka ketika ia mulai meniti sebuah tangga dengan terburu-buru, perempuan itu terjatuh. Ternyata mantranya tak bisa menolak gravitasi bumi!

Aku menarik napas, sebenarnya ingin segera menolongnya, tetapi sesuatu yang tak bisa kuceritakan di sini membuatku tak bisa melakukannya. Beberapa langkah dari tempatnya terjatuh, aku berdiri dan mendoakannya semoga baik-baik saja.

Perempuan itu, entah siapa namanya, dengan tubuh gemetar tergeletak malang di kaki tangga. “Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa!” Katanya dalam suara parau dan tangan gemetar. “Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa!” Aku melihat matanya yang penuh impian, menghitung angka di langit-langin imajinasinya. Aku melihat wajahnya yang lelah, menghantui hari-hari dan menghabiskan doa-doanya. “Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa!” Perempuan itu masih mengulang-ulang mantranya, jadi terdengar menyedihkan.

Perempuan itu akhirnya menangis. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “Kejar mimpimu!” Katanya di sela-sela tangisnya. “Seribu kali jatuh, seribu kali bangkit!” Dia mencoba mantra lainnya. “Kamu bisa! Kamu bisa! Kamu bisa!” Dia terus memaksa dirinya.

Aku mendekatinya, akhirnya. Perlahan aku mulai duduk di sampingnya. Perempuan itu terus menangis.

“Kamu akan sembuh,” aku mulai memberanikan diri untuk mengajaknya bicara, “Tapi sekarang, jangan paksa dirimu untuk berdiri. Kamu akan sembuh.”

Perempuan itu terus menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Bahunya berguncang. “Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa!” Dia terus mengulang-ulang mantranya.

“Kau dengar suara musik yang lembut mengalun dari kejauhan?” Tanyaku.

Perempuan itu berhenti menangis dan menajamkan pendengarannya. Beberapa detik kemudian, dia menatap asing ke arahku. “Aku tak mendengarnya,” responsnya.

“Dengarkan lagi. Dengarkan.” Aku memintanya mencoba sekali lagi.

Sebelah alisnya terangkat. Dia mencoba mencari sumber suara dan berusaha mendengarkan musik lembut yang kumaksud. “Dari mana datangnya suara itu? Aku tak mendengar apa-apa!”

“Coba lagi. Dengarkan musiknya.” Kataku.

Beberapa detik kemudian, perempuan itu tersenyum. Ia menutup matanya dan mulai mengangguk-anggukkan kepalanya mengikuti musik yang kini beresonansi di kepalanya.

“Kau sudah mendengarnya?” Tanyaku.

Ia mengangguk lembut, masih dengan kedua mata terpejam. Tiba-tiba airmata meluncur lembut di kedua tebing pipinya. “Aku mendengarnya. Indah sekali.” Jawabnya, “Tapi suara ini tidak datang dari kejauhan, kan?”

Aku tersenyum.

“Suara itu datang dari sini,” dia menyentuh dadanya sendiri, “Suara itu dekat sekali, dari dalam diriku sendiri,” ujar perempuan itu.

“Ya, selama ini kamu jauh dengan dirimu sendiri, kan?” Jawabku.

Perempuan itu tersenyum tetapi terus menangis. “Aku sedang mengejar masa depan. Aku harus mengejar mimpi-mimpiku! Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa! Seribu kali jatuh, seribu kali bangkit!” Jawabnya penuh semangat.

“Aku mengerti,” jawabku, “Tapi kamu juga perlu mengerti dirimu sendiri: Kakimu tak terbuat dari besi dan kamu tak bisa melawan gravitasi bumi. Jika lelah, mengapa terus berlari? Jika terjatuh, kamu akan sembuh, tapi jangan paksa dirimu untuk segera berdiri. Masa depan mungkin menjanjikan banyak kebahagiaan, tetapi kamu juga perlu mewarnai masa kini dengan senyum dan tawa yang nyata.”

Perempuan itu terdiam beberapa saat. “Kini aku mendengar musik yang begitu indah dari dalam diriku sendiri.” Katanya kemudian.

“Tidak semua jalan harus kita tempuh dengan berlari. Mungkin kita harus berhenti—atau dipaksa berhenti. Terjatuh adalah momen saat kita bisa mendengarkan musik yang mengalun dari dalam diri kita sendiri—mengajak kita menari.”

Perempuan itu tersenyum. Dia belum bisa bangkit dari jatuhnya kali ini. Tidak apa-apa. Dia akan sembuh dan baik-baik saja. Kini aku melihat napasnya yang jadi lebih tenang, wajahnya yang jadi bercahaya.

***

Aku senang jika cerita ini membuatmu bicara pada dirimu sendiri. Aku senang jika kamu akhirnya mulai mendengarkan perempuan itu, setelah sekian lama musik dalam dirinya tak kamu hiraukan.

Ya, mungkin ini cerita tentang kamu. Tentang perempuan yang berlari dan terjatuh dalam hidup kita masing-masing.

Allâhumma lâ sahla illâ mâ ja’altahu sahlâ wa Anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlâ. Tuhan, tiada kemudahan kecuali apa-apa yang telah Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, betapa mudah bagimu untuk mengubah segala kesulitan menjadi kemudahan.


Iya, perempuan yang terjatuh itu aku....
tidak seharusnya aku berlari dan terus berlari...
ada kalanya aku harus berhenti sejenak dan mendengarkan irama musik yang mengalun dari dalam hatiku.....harusnya.....

Sunday, May 19, 2013

My New Thing at May


#Titik Nol by Agustinus Wibowo   #Ti-phone T20

ALHAMDULILLAH.............................

Rak Buku

One day, I will have this at my home.... #wish

Settle Down

Gue pengen istirahat.....

Sakit gue yang tak kunjung sembuh, kekhawatiran orang tua di rumah, beban yang semakin lama semakin menggelayut... dan akhirnya gue putusin untuk settle down, berhenti sejenak. Tapi bukan berarti gue mundur, gue tetep akan memperjuangkan semua impian dan cita-cita gue yang sudah mengakar dalam otak dan hati gue, hanya saja saat ini gue butuh take a rest, gue butuh jeda, gue butuh koma.

Kegiatan gue yang hampir menggila, kerjaan kantor, bertabrakan dengan tugas kuliah dan UAS membuat gue agak sedikit gila. Gue kehilangan me time yang selalu gue agung-agungkan, gue kehilangan waktu untuk nulis di blog, gue kehilangan waktu untuk nonton film kesukaan gue, gue kehilangan banyak waktu berharga. Meski sebenarnya gue juga dapetin hal yang lebih worth it tapi gue capek.

Lepaskan hal-hal yang tidak ingin atau tidak perlu kita lakukan. Berikan kesempatan-kesempatan yang tidak berada di dalam daftar tersebut kepada orang lain. Buat prioritas dan pastikan semua hal yang berada di dalam daftar itu bisa kita lakukan dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab. Lalu penuhi semuanya satu persatu dan jalani sampai selesai.(Alanda Kariza - Dream catcher )

Friday, May 10, 2013

Hidup Selalu Bisa Memberi kejutan

Gue merasa cukup puas dengan dua bulan ini. Tugas dari seluruh mata kuliah udah gue kerjain dengan baik, gue juga udak cukup aktif berdiskusi, meski jarang banget dan hampir gak pernah baca materi kuliah tapi gue udah cukup puas  kok, setidaknya semester ini jauh baik dari semester sebelumnya. Semoga semester ini nilainya juga jauh lebih baik dari semester kemaren.

Selain sibuk ngerjain tugas kuliah, gue juga sibuk membuat artikel untuk persyaratan mendaftar sebagai Young on Top Campus Ambassador. Empat artikel dalam 4 minggu. Alhamdulillah semua bisa gue selesaikan dengan baik. Dari keempat artikel tersebut yang pembuatannya paling berkesan adalah artikel terakhir, tentang inspirator dan impian terbesar gue. Jujur awalnya gue ngerasa blank banget, gue gak tau mau cerita tentang siapa dan tentang apa. Gue emang punya banyak inspirator dan gue juga punya banyak impian, tapi gue ngerasa susah jika harus milih. Akhirnya gue pilih salah satu inspirator gue yang paling dekat dengan passion gue, beliau adalah Ahmad Fuadi. Tapi minggu itu pikiran gue lagi mampet, bahkan sampai H-1 deadline pengumpulan artikel gue belum punya apa-apa, tulisan gue masih kosong, sampai akhirnya dengan tanpa sengaja gue ngeliat tayangan televisi yang menampilkan Ahmad Fuadi, beliau cerita banyak tentang perjuangannya, tentang mantra man jadda wa jadda-nya dan tentang extramile yang beliau tempuh untuk menggapai mimpi-mimpinya. Dan alhamdulillah, tayangan tersebut berarti banget buat gue dan gue langsung nyelesaiin artikel gue sampe jam 1 dini hari dan bisa gue submit pagi harinya sebelum deadline jam 18.00 WIB. Gue tau, kemungkinan gue untuk lolos YOTCA kecil banget, tapi gue gak berkecil hati, yang penting gue udah berusaha dan setidaknya gue pernah lolos seleksi tahap pertama. Jika gue gak keterima disini berarti ini bukan jalan gue, dan pasti masih banyak jalan lain yang bisa gue tempuh.

Meski dengan kesibukan yang cukup padat gue selalu menyempatkan diri untuk mencari hiburan dengan hal-hal yang gue sukai, yakni buku, music dan movie. Gue puas banget bisa mendatangi banyak acara acara seru. Berburu buku Benabook gratis di Leksika city, launching Benabook di FX Plaza, konser Maliq & d’essensial di Plaza Semanggi, konser Ada Band di Mall Kelapa Gading, launching buku Titik Nol oleh Agustinus Wibowo dan diskusi Perempuan Tanpa Nama di Kinokuniya Senayan, nonton Film Java Heat di Djakarta Theatre dan Talk Show Java Heat di At America Pasific Place, juga nonton film Magic Tree di Blitz Pasific Place dalam acara Kidfest 2013, launching buku Qanita Romance dari Mizan di Cafe Tjikini, berziarah ke Taman makam Pahlawan di kalibata, nonton film gratis di Festival Film Eropa 2013 di IFI Salemba dan Erasmus Huis. Dan masih ada beberapa event lagi yang terlewat dari ingatan. Nyesel banget semuanya gak bisa gue liput dan tulis satu persatu di blog seperti biasanya. Terlalu banyak yang berkecamuk di kepala dan moment-moment itu menguap begitu saja.
Ah, hidup memang selalu memberikan banyak kejutan...
Terimakasih ya Allah...............
Me & Ario Bayu di At America di acara talk show Java Heat

Pose di Kedutaan Besar Belanda di acara Festival Film Eropa 2013

Ada Band lagi manggung di mall Kelapa Gading


Perempuan Tanpa Nama di Kinokuniya Senayan with anak2 Goodreads Indonesia

Kiriman buku traveling gratisan dari sang Adik tercintah #peluuuuuuk


Pose pas lagi nonton bareng Java Heat di Djakarta Theatre ana Noviellya


Launching buku pemenang Qanita Romance Mizan di Cafe Tjikini

Lagi di Taman Makam Pahlawan di kalibata



Java Heat all artist di At America


Me and Noviellya 

Thursday, May 9, 2013

Melodi Suara Lainnya

Sejak beli buku Kisah Lainnya pada akhir tahun lalu, baru kali ini aku berkesempatan dengerin lagu-lagu yg jadi bonus track di buku tsb.
Mendengarkan melodi ramuan mereka sekilas kisah-kisah yg di paparkan dlm buku kisah lainnya muncul satu persatu. Perjuangan Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David dalam menjalani proses kehidupan di 2010-2012.

Dari semua track, aku paling suka yg Langit Tak Mendengar, cocok buat di jadikan back sound baca puisi.

This Could Change Your Life

Sebuah kalimat unik yang kutemukan di sela-sela peluncuran buku Qanita Romance di Cafe Tjikini
Gue juga buruh, tapi gue gk setuju ama pendapat mereka.
Kenaikan UMR = kenaikan biaya produksi = kenaikan semua harga.
Jadi imbasnya ke kita-kita juga. Kalo harga semua barang naik kita juga yg
rugi.

Kalo gk mau jd buruh, yaudah, jd pengusaha aja.

#cumapendapatpribadisih #abaikansajalah

Note to My Self

Pencapaian?
Benarkah kata2 itu yg menjadi titik akhir dar segala kerja keras, usaha, doa dan fokus pikiranku selama ini?
Hanya demi sebuah pencapaian hingga mengabaikan segala.

Pencapaian apa?
Seberapa pentingkah pencapaian itu?

*aku menggeleng*
pencapaian semu itu membuatku lupa diri, lepas kendali, memutar kesegala penjuru arah, namun sejatinya hanya diam di tempat.

Untuk apa semua pencapaian itu? Hanya sebagai ajang pembuktian diri? Mengatasnamakan pengalaman dan kepuasan batin? Hingga semua hal yang vital jadi terabaikan.
Non sense.

Settle down baby, semua ada masanya masing-masing, jangan maruk!

Prioritaskan apa yg menjadi minat utamamu. Jangan semuanya dikejar, dan semuanya berantakan. Stay focus.

Wednesday, May 8, 2013

Terbangun di tengah malam karena sakit....

Sudah lama aku tak merasakan harus terkapar di atas tempat tidur seperti ini, terhitung sudah sekitar setahun yang lalu, pas aku pindah kamar sama Retno di Citeureup dulu. Waktu selama sebulan penuh aku sakit, tapi harus tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya, sebulan yang cukup menyesakkan.

Kini masa-masa itu sepertinya akan kembali lagi.

Mungkin karena sudah 
Serius memikirkkan masa depan tapi tak serius menjalani masa kini seperti kredit tanpa cicilan.

*Abdur Rozaq*

Wednesday, May 1, 2013

Pengen Nangis....

#gak bakal nangis kalo gue gak lagi sakit, lagi denger kabar buruk dari kampung, atau gue terlalu lelah......