It's ALL about EPPHY

......On My Way To Become Good Wife And Great Mother.......

Go!

"I have lived through much and I now I think I have found what is needed for happiness. A quiet, secluded life in the country with possibility of being useful to people" -Tolstoy

Monday, January 25, 2016

View depan mes

Saturday, January 9, 2016

Mari Kita Perbaiki

Dewasa ini, kita dibekali dengan kemudahan untuk memiliki atau memperoleh apapun. Segala fasilitas kini dengan mudah bisa diperoleh.
Layanan telekomunikasi, jual-beli barang dan jasa, informasi, semuanya berlimpah. Tinggal kitanya aja yang harus pintar-pintar untuk manfaatinnya.
Dengan segala kemudahan itu, kita cenderung untuk mengganti sesuatu yang tidak sempurna dimata kita. Bisa jadi karena efek dari mudahnya memperoleh barang tersebut, jadinya kita juga akan mudah untuk menggantinya Coba dulu saat kita harus susah payah ngumpulin duit dulu, nabung dikit demi dikit, tentu kita akan bisa menghargainya, merawatnya dan memperbaikinya ketika rusak. Sekarang mah asal ada duit, semua mudah. Hape rusak, ganti. Tv rusak, ganti. Laptop rusak, ganti. Relationship rusak, ganti?
Why we don't try to fix it? Just try, gak ada salahnya kan??? Hargailah apapun yang ada di sekitar kita. Treat it like these are the most valuable things in your life. Termasuk relationship tentunya.

Friday, January 8, 2016

Momen-momen Akhir di Jakarta

Melewati momen-momen terakhir di Jakata, aku lalui dengan keadaan... Sakit. Ya, aku sakit. Sakit gigi lebih tepatnya. Bukan karena sakit gigi bolong sih, tapi karena abis operasi gigi bungsu. Itu lho, lanjutan dari kemaren yang waktu itu udah yang sebelah kiri, kini saatnya nyabut gigi bungsu yang miring yang sebelah kanan. Yang pas bulan Juni kemaren sih aman-aman aja, tiga hari udah plong sakitnya. Lha ini nyampe hampir seminggu masih gak kuku sakitnya. Malah tambah sariawan lagi. Dududududu.

It's oke sih, keuntungannya aku bisa semingguan rebahan di kasur, nonton tipi, baca buku, nyante-nyante hahaha itung-itung pemanasan sebelum settle di kampung halaman. Lagian juga suasana di kantor akhir-akhir ini kurang bersahabat. I don't know why, mungkin perasaanku aja kali karena udah kangen banget pengen pulang kampung.

Sebelum pulang kampung, aku udah ngerancanain buat ikutan klub BPJ ke Bandung bareng ibuku. Finally, Bandung gonna be my last destination in my journey. Abis itu, saatnya settle dan membangun mimpi-mimpi baru. Alhamdulillah...

Relationship Vs Selfishness

I know tham I'm strong woman, but I still need someone to borrow me a shoulder to cry on. That's why I become so weak when I'm alone or somebody leave me.

Seven years ago, I ever felt like this. Felt so weak. When my sister and my cousin leave me and I lived at Bekasi, almost alone. There's no one accompany me or just befriend with me. Everyone is so strange for me. And I gave up.

Five year ago, I ever felt like this. Felt so weak. When my ex-boyfriend leave me alone. Lucky me, I have so many friend that courage me to keep strunggle. And fortunately I could leave that place and moved to my cousin's place.

 Lately, I felt like this. Feel so weak. When one by one my beloved friend leave me alone. I'm in pain for about 5 month. I survive because of my study, and my dream to build my empire after graduation from college. I'm still surviving. 48 more days. I'm still waiting for the final moment in this place. Nothing is wrong. It's just the state of my mind. I have to survive. Moral of the story, even I'm introvert I really need someone who care with me. I need someone who know me inside out. I can't be selfish anymore, because I need them. I have to keep my relationship with everyone. Remember Arista, keep the relationship. Don't selfish.

Thursday, January 7, 2016

Been There, Twenty Something

Buka-buka file jaman dulu, ternyata nemu banyak banget ide bisnis yang dulunya sempet mau aku gelutin. But unfortunately, gak satupun dari bisnis-bisnis itu bisa terrealisasikan, karena emang akunya gak jago dibidang itu atau karena ide tersebut  gak masuk akal buat di tekunin.

Yes, I was there. Aku pernah berada dalam masa-masa ingin berbisnis namun gak tau harus memulai dari mana. Ngebet pengen bisnis karena telah menyadari sumpeknya jadi karyawan. Masalah sama karyawan lain, masalah kerjaan dan masalah dengan bos. Di samping itu gaji yang di dapetin juga kepentok biaya hidup yang tinggi karena harus hidup di perantauan. But, seiring berjalannya waktu satu persatu tirai mulai terbuka. Mulai dari kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan retail yang membuatku bertemu para pengusaha yang menjajakan barang produksinya sendiri ke toko, hingga keberhasilanku memperoleh modal usaha dari kampus.

Kesempatan-kesempatan yang berseliweran itu pada akhirnya menempatkan aku untuk menekuni dunia makanan ringan, fashion, buku dan traveling. Kok banyak banget? Yah, karena dari kesempatan dan pengalaman yang aku peroleh, ternyata aku masuk dalam katagori multitasking person, aku gak bisa stuck dalam satu hal. Aku butuh keberagaman karena aku juga mudah jenuh, jadi saat aku jenuh, aku bisa dengan mudahnya nengganti fokus. Everythings seem so clear know. Thank's God for all the chance. Intinya, raih semua kesempatan, because if you never try, you'll never know. Dari dulu aku sering nekat ambil segala kesempatan, meski sering kali gagal, toh aku baik-baik saja. Nothing to lose kalo gagal mah.

Now, aku udah ngelewatin usia 20-an dengan cukup baik. Aku cukup puas. Sekarang saatnya melanjutkan perjuangan di usia 30-an. I'm ready.....

Wednesday, January 6, 2016

Persiapan jadi Ibuk-ibuk

Persiapan Jadi Ibuk-ibuk Selama istirahat di kamar 4 hari pasca operasi gigi bungsu, tontonan di tv hampir semua menghadirkan acara parenting atau rumah tangga. Postingan-postingan di instagram, facebook dan tumblr juga banyak yang memuat tentang parenting.
Mungkin ini memang sudah saatnya buatku untuk mempersiapkan diri menuju versi baru kehidupanku.
Tak ada lagi perasaan ingin hadir di segala acara, tak ada lagi keinginan menggebu untuk memiliki buku, alat kosmetik atau baju-baju ngetrend. Yang ada hanya keinginan untuk belajar masak, memulai hidup sehat dan mengatur strategi bisnis untuk karya-karya yang akan saya buat kelak. Dan yang paling penting, mulai belajar untuk berkompromi dengan pasangan.
Insyaallah saya bisa
#2016Victory

Kutipan buku Anida Dyah Under The Southern Star



Semua orang butuh jeda dalam hidupnya. Ini sebuah hal yang mendasar dan bersifat universal. Semua orang perlu menambah variasi pengalaman hidup dan menghindari mati karena kejenuhan. Bagaimana kalau hidup ternyata tidak sepanjang yang kita bayangkan? Kalau hidup ini singkat, kenapa kita tidak melakukan hal yang kita sukai selagi kita bisa? Kalau hidup menawarkan banyak pilihan, kenapa kita sering terjebak dengan menjalani hal yang itu-itu saja? Kenapa mengorbankan kenyamanan? Mereka bertanya. Kenapa tidak seperti orang lain yang berlibur menggunakan waktu cuti tahunan? Karena hidup ini terlalu singkat untuk dinikmati ketika weekend atau cuti selama dua minggu saja. Aku sudah pernah melakukan itu, dan itu tidak cukup. Karena kalau kita memulai traveling sesudah kaya atau pensiun pada usia 60 tahun, mungkin sudah terlambat untuk tahu bagaimana cara menikmatinya. Karena kita masih dikaruniai minat dan talenta lain. Karena kita merasa hidup kita bisa bermakna bagi orang lain dari sekedar duduk dibalik kubikel kantor. Karena tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar dan memulai sesuatu yang baru. Karena dunia penuh warna dan kesempatan di luar comfort zone kita. Karena kekayaan bukan diukur dari uang melainkan nilai-nilai kearifan yang ditukarkan dalam sebuah perjalanan. Kenapa? Mengutip makna tato di punggung Thomas, "karena kita bisa."
Salah satu quote yang paling menggungah yang pernah saya baca.
Yah, rasa-rasanya emang sayang banget kalo ngabisin umur kita hanya berkutat di belakang meja doang. Mari melangkah :)

Tuesday, January 5, 2016

Woman, Earn Your Self

Hari ini pas lagi nonton suatu program acara ada sesi curhat ibuk-ibuk. Inti curhatnya begini, si ibuk itu, sebut saja namanya Mawar. Ibu Mawar sudah punya anak 4, namun dia mengaku sering mendapat KDRT dari suaminya. Ibu Mawar sudah jengah, ingin banget melepaskan diri dari suaminya. Namun masalahnya Ibu Mawar gak punya uang untuk bisa bertahan hidup. Satu-satunya tumpuan hidupnya dan anak-anaknya adalah suaminya itu. Ibu Mawar dilema. Cerita seperti itu sebenarnya seringkali kita dengar. Bahkan saya pernah di ceritain sama Nike Nadia (relawan komnas perempuan) bahwa masalah keuangan menjadi alasan utama mengapa perempuan tetap mau bertahan. Kasarnya, perempuan berlindung di bawah ketek lelaki. Banyak perempuan yang takut tidak bisa menafkahi dirinya sendiri. Padahal, sebenernya perempuan bisa lho dapetin uang lebih banyak dari lelaki. Sebagai perempuan bisa saja nyari pekerjaan sebagai pedagang, pengasuh anak, asisten rumah tangga, pengrajin, atau apapun sesuai keahlian kita. Paling tidak penghasilan yang didapat bisa untuk melangsungkan hidup agar tidak lagi bergantung dari lelaki dan bebas dari tindakan kekerasan pada mereka. Intinya, perempuan harus punya keahlian. Entah mau jadi ibu rumah tangga atau jadi wanita karir, pokoknya harus punya keahlian yang bisa diandalkan. Jangan sekali-sekali 100% menumpukan hidup pada lelaki. In case of ada apa-apa sama pasangan kita, atau pada hubungan pernikahan kita. Bukannya mau berprasangka buruk atau apapun. Pokoknya, semua perempuan, you have to earn yourself.

Review 2015

Sunday, January 3, 2016

Time to Settle

Finally, I decided to resign per January 28th 2016. I don't know, but I think it's doesnt make any advantages for me to stand here anymore. I'm too missing home, my parent and my freedom. And I really bored with what I'm doing right now. My office is not challeging anymore. It's sooooo bored. Sorry to say. But boring is more danger than any bomb that can explode anytime. So, before it's explode and hurt everyone, better I go home as soon as possible. Boring. Yes. It's too comfort to be here. Lot of money. Lot of facility. I can do anything that I want. I can buy anything that I need. I can go to everywhere that I want. But I'm missing my mom. I wanna have new routinity, new responsibility and new challenge. Finally I realise that money is not everything in this world, love is. The love from people around. And freedom. Freedom to decide when I want to work for all day and all night, or just wanna stay at home and doing nothing. It's been 8 year in Jakarta. Lot of fun and of course little bit of sadness. But everythings is so wonderful. I never regret it. Come to Jakarta is the most powerful influence in my life. It gave me strenght and ability to fight that I never had before. Settle. Now it's time for settle. Living new life as unemploye, and as entrepeneur. No more waiting for salary time, no more waiting 5 PM, no more waiting sunday to having fun, no more afraid to doing wrong thing, and no more preach from big boss. Yeayyyyyyyyyyy. I'm totally free. And now wellcome to entrepreneur life. Think about customer, product, promotion, selling, etc everyday. I think that's all :D And the very good news is I can read book everyday, yes everyday, yeyeyelalala Alhamdulilah.... Every step of my life is blessing from Allah. Thank you ya Allah. I will do my best.