It's ALL about EPPHY

......On My Way To Become Good Wife And Great Mother.......

Go!

"I have lived through much and I now I think I have found what is needed for happiness. A quiet, secluded life in the country with possibility of being useful to people" -Tolstoy

Saturday, November 24, 2012

Perjalanan Tentang Menulis dan Buku

23 Nopember 2012
Workshop Writing @epicentrum walk
Ayo menulis, jadi pintar, jadi terkenal
berawal dari buka2 blognya @lafatah aku dapat info ada acara Tulis Nusantara yg diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan nulisbuku.com dan Plotpoint. Aku langsung daftar dan beruntung bgt aku dapet undangan ke sono gratis, dan beruntungnya lagi tgl 23 aku libur. Yay!!! Aku loncat2 kegirangan, it's gonna be perfect day, gumamku.

Esok sorenya aku berangkat dari Bogor, tapi ternyata hujan dan macet parah, walhasil jam 7 malam baru nyampe. Padahal undanganya kan jam setengah 7, aku udah degdegan aja takut telat dan gak boleh masuk. Tapi pas giliran udah menginjakkan kaki di Plaza Fesival dan mulai bernafas lega ternyata aku salah gedung -_-. Plaza Festival dan epiwalk memang dalam satu kawasan yg bertajuk Rasuna Epicentrum tapi beda gedung. Padahal lagi hujan deras, baju udah basah kuyup. Lalu atas instruksi pak satpam, aku naik suttle bus menuju gedung Epicentrum walk. Nyampe sono, tepatnya di Talaga Resto  udah rame bgt sama peserta workshop, tapi acara blm dimulai. Aku dikasih goodie yang berisi notes, pin, stiker dan modul, kemudian aku disuruh ngambil makan sama petugasnya, ehm, makanannya enak lho, gratis lagi ^_^. Usai makan, aku langsung ngambil posisi duduk di sofa paling depan.

Acara dimulai dg sambutan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lalu dilanjutkan dengan belajar sekilas tentang "Cerita" dari kak Arief Ash Shiddiq. Berikutnya giliran Mbak Alberthiene Endah yg tampil. Beliau bercerita banyak tentang dunia kepenulisan dan jurnalis juga tentang biografi (spesifikasi tulisan yg ditekuni AE). Aku antusias bgt ndengerinnya. Kayaknya seru ya jadi jurnalis kayak dia. Usai mbk AE bercerita, aku langsung kabur karena takut kemaleman. Eh, bukannya buru-buru pulang, tapi aku malah nyangkut di depan panggung utama Pekan Kreatif Indonesia nungguin penampilan Ran dan Endah&Resha, tapi berhubung mereka lama bgt gk tampil2 akhirnya aku keluar. Udah jam sembilan lewat, dan ternyata suttle bus sudah tidak beroperasi pada jam segini, jadi mau tidak mau aku harus jalan kaki dari epiwalk ke halte busway. Oh Em Ji, berat bgt perjalananku kali ini, berangkatnya kehujanan, pulangnya gak dapet suttle bus. Perjalanan dari halte GOR Soemantri menuju Halte Harmoni yg seharusnya menyenangkan karena indahnya gemerlap lampu kota sepanjang jalan Rasuna dan Thamrim, malah terlewati begitu saja dg perasaan was was, takut gk dapat bis yg ke tempatnya sepupuku, Zully, di daerah Buaran Duren Sawit. Untungnya jam 10 tepat aku udah  tiba di Harmoni. Dan yang bikis aku tambah histeria adalah ketika bertanya ke petugas busway bis yg ke arah PGC, petugasnya malah berteriak "ujung pojok sebelah kanan, lari mbak, itu bis yg terakhir, lari lari lari" sontak aku langsung lari tunggang langgang. Untunglah aku masih bisa menjangkau bis itu dg selamat. Jam 22.45 transit di halte Jatinegara dan menunggu busway yg ke arah Pulogebang, meski udah larut malam ternyata masih ada beberapa orang yg ngantri juga, aku lega, masih ada temennya, pikirku. Jam 11 lebih aku nyampe di halte Raden Inten, aku langsung turun dan menunggu angkot 27. namun naas, angkot 27 udah gaka ada, walhasil aku jalan kaki dari halte busway menuju tempat kosan sepupuku. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa terlelap juga. Namun, jam dua lewat Zully terbangun dan curhat sampai jam 3 dini hari. Oh... God, please save me now.... I'm so sleepy and tired.

24 Nopember 2012
Indonesia Book fair
Ah, ini hari yang paling aku tunggu, akan ada preview 5 cm di Istora Senayan nanti sore, so much interested. Sebelum ke Istora, aku sarapan nasi pecel dulu, udah lama gak makanan yang njowo kayak gini. Nikmatnya.... Usai sarapan, aku langsung capcus ke Istora Senayan. And, the story goes....



Nyampe Istora Senayan, tempat diselenggarakannya Indonesia Book Fair jam 10 tepat, dan ternyata masih tutup -_-, akhirnya aku nungguin di depan pintu bersama para pengunjung lainnya. Setelah beberapa lama, pintu dibuka, aku bertemu dengan Retno di sana, kita memang udah janjian sebelumnya sih. Setelah itu kita menyaksikan talk show dari Ollie "Salsabeela" beliau adalah writer dan entrepeneur muda berbakat yang sedang mempromosikan buku terbarunya yang berjudul Yes I Can!.


Ollie :Experience Life *bedah buku Yes I Can!*
Ollie bercerita banyak tentang bukunya, pengalamannya menjadi penulis dan entrepeneur, membahas achievement yang sudah pernah dia raih, dan memberikan motivasi agar kita juga bisa meraih Yes I Can! moment kita masing-masing. Salah satu kisah Ollie adalah dia pernah dibuntuti oleh wartawan Italy selama sehari penuh, wartawan itu takjub dengan semua aktivitas Ollie, wartawan itu gak nyangka kalau muslim di Indonesia bisa bebas berkreaasi dan berprestasi, hal ini tentu saja tidak sama seperti apa yang dia pikirkan sebelumnya tentang muslimah di Indonesia. Wartawan itu bilang kalau tidak ada media yang menceritakan tentang kegiatan muslimah di Indonesia, maka berawal dari situ Ollie sering memposting tulisannya menggunakan bahasa Inggris. Inspiratif, kayaknya aku juga harus sesekali memposting tulisanku pake bahasa Inggris biar orang luar negeri juga tahu tentang budaya dan kegiatan pemuda di Indonesia. Salah satu hal membuatku iri adalah, Ollie pernah menginginkan kerja dikelilingi buku-buku, dan guess what? Ollie meraih impiannya itu, sekarang dia bekerja dengan buku-buku yang memenuhi ruang kerjanya, tentu saja, Ollie kan pemilik kutukutubuku.com dan nulisbuku.com, of course kerjaannya melibatkan banyak buku. Tips dari Ollie agar kita bisa seperti beliau yaitu, kita harus punya purpose dan harus passionately curious, untuk langkah awal gak perlu terlalu perfect dulu tidak apa-apa, karena perfection is a journey, secara bertahap kita memperbaiki diri dan akan mendapatkan kesempurnaan itu. Bagi Ollie dengan kesibukan yang ekstra padat itu, bukan mengatur waktu yang diterapkan tapi mengatur energi






Usai talk show Ollie berakhir, kami berkeliling sebentar dan.... membagikan fliers Festival Pembaca Indonesia pada para pengunjung yang datang. You know what?! It was incredible expierence. Awalnya malu-malu sih, takut banget tapi karena Retno ngasih support akhirnya aku memberanikan diri, and here we go, aku dan Retno sukses menyebarkan fliers. Yes I Can! *berkat motivasinya mbak Ollie nich, hehe*. Sehabis nyebarin fliers, aku langsung hunting buku, dan yap aku ngedapetin semua buku yang aku incar, Ibuk-nya Iwan Setyawan dan Sejuta Pelangi-nya Oki Setiana Dewi. Eh, aku juga dibeliin buku Bidadari Surga-nya Bang Tere Liye ama Retno lho, terima kasih Retno.... *big hug*

Preview 5 CM The Movie
Jam 2 tepat, dan aku sudah duduk anteng menunggu kedatangan Dhonny Dirgantoro dan pasukannya. Sebelum acara dimulai, aku mengikuti sebuah kuis yang diberikan oleh MC-nya, dan aku berhasil ngedapetin hadiah berupa sebuah buku berbahasa Jerman -_- karena berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan.

Akhirnya, setelah satu jam menunggu, pasukan film 5 cm datang juga, Ada Fedi Nuril, Raline Syah dan Igor 'Saykoji', juga tidak ketinggalan sang penulis 5 cm yang super canggih otaknya hingga mampu menghasilkan novel yang super duper hebat yang laku sampai cetakan ke 25, dialah Donny Dirgantoro. Di atas panggung mereka bercerita banyak tentang proses syuting film yang menakjubkan. Bayangin aja, membawa 250 kru film untuk syuting di atas gunung Semeru selama 17 hari. Wow banget kan. Dan mereka adalah film pertama yang pernah syuting film di gunung Semeru. Cerita-cerita seru pun bergulir di antara mereka, mulai Raline yang kedinginan pas nyebur Ranu Kumbolo, Igor yang kesulitan mendaki hingga ditemani 6 orang tim SAR untuk berjaga-jaga di belakangnya *karena takut gelinding* dan cerita Fedy Nuril pas adegan ngasih nafas buatan buat Igor. Diantara ketiganya, menurutku Fedy Nuril yang paling atraktif, ekspresif dan antusias bercerita, gak nyangka aja, ternyata Fedy orangnya friendly banget, cakep lagi :). Usai acara preview film 5 cm, aku ama Retno ikutan ngantri buat foto bareng ama mereka.



Aisyah dan Fahri versi 2012

Setelah jam 5 sore kami langsung melipir ke Gramedia Matraman *wow, pecandu buku banget ya kita, abis dari book fair langsung ke toko buku :D *. Sebenarnya kalo nyari buku lebih enak di toko buku sih, lebih gampang nyarinya, kalo di book fair kan per penerbit, jadi harus nyari stand penerbitnya dulu, cuman enakknya kalo di book fair kan ada diskonan, jadi lebih hemat, selain itu di book fair juga ada talk show menarik yang bisa kita ikutin. Jadi masing-masing ada plus minusnya.
Usai menemukan buku yang dicari, kita langsung melipir pulang ke Citeureup.

Bye bye Jakarta...
You gime me so much stories over your ground, thank you...
See youu at the next event.....