It's ALL about EPPHY

......On My Way To Become Good Wife And Great Mother.......

Go!

"I have lived through much and I now I think I have found what is needed for happiness. A quiet, secluded life in the country with possibility of being useful to people" -Tolstoy

Monday, June 17, 2013

Cerita dari Djarum Indonesia Open 2013

Taufik Hidayat, The Legend

“Kalau kamu mau bermain bola, maka tempatmu di Brazil, tapi kalau kau mau bermain bulutangkis, maka tempatmu adalah di sini, Indonesia”
Itu adalah kata-kata dari Ayahnya yang selalu Taufik ingat. Taufik Hidayat, seorang legenda bulutangkis yang memutuskan untuk gantung raket seusai mengikuti ajang Djarum Indonesia Open 2013. Prestasinya selama mengikuti kejuaraan bulutangkis dan mengharumkan nama Indonesia selama 25 tahun sudah tak bisa terhitung banyaknya. Dedikasinya yang luar biasa terhadap Bulutangkis telah menginspirasi saya dan ribuan orang lainnya.

Berawal dari sebuah cerita teman tentang semangat juangnya, hingga saya sendiri secara diam-diam mengagumi permainan Bulutangkisnya, bahkan saya pernah membuat sebuah kliping yang saya buat sendiri dari koran yang memang sengaja saya beli demi bisa mengumpulkan gambar Taufik Hidayat dan menjilidnya. Obsesi melihat Taufik Hidayat secara langsung bertanding di lapanganpun akhirnya tercapai pada tahun lalu. Dan kini dia sudah mundur, tak akan ada lagi perjuangannya di kancah pertandingan Bulutangkis, tak akan ada lagi semangat bajanya yang menggebu, tak akan ada lagi namanya yang disebut-sebut dalam tim Bulutangkis, tak akan ada lagi...........

"Terima kasih Taufik atas segala upaya, perjuangan dan cucuran keringatmu untuk mengharumkan nama Indonesia, terima kasih banyak....."

Cerita dari Istora

Awalnya sudah pesimis duluan kalo gue gak bakal bisa nonton Indonesia Open tahun ini. Keuangan gue bulan ini emang udah gak bisa di otak atik lagi. Gue pasrah.Tapi ternyata Allah berkehendak lain, tiba-tiba saja gue bisa berada di Istora Senayan, it’s magical, dan gue bener-bener bersyukur.



Berada di sekeliling arena pertandingan, dengan nuansa merah yang menggelora, gemuruh teriakan para supporter yang menggema memekakkan telinga, keangkuhan para atlet yang sedang bertanding di tengah arena, it’s priceless moment. Seru banget pokoknya. Meski pas keluar dari arena mendadak agak-agak budek hahaha, tapi seru kok.

Gue datang ke Istora pas babak perempat final, di hari itu ada 11 wakil Indonesia yang bertanding, namun sayang hanya 4 orang yang bisa melangkah ke babak semi final dan hanya satu yang lolos ke babak final, so sad. Yang di sayangkan lagi, gue kehilangan moment nonton permainan Taufik Hidayat untuk yang terakhir kalinya karena Taufik udah tumbang duluan di ronde awal. Momen yang gue lewatin selanjutnya adalah aksi Lee Yong Dae, gue Cuma sempat ngeliat doi lagi jalan di depan gue ketika doi mau tanding di court 3, sedang gue berada di depan court 1, walhasil gue sama sekali gak bisa ngeliat penampilan Lee Young Dae. Tapi berhubung gue ngebet abis pengen liat Oppa Young Dae, akhirnya gue pindah tempat duduk, gue keluar dari arena dan muter-muter biar bisa masuk ke court 3. Eh ternyata ketika gue udah tiba di depan court 3, lapangannya udah kosong, Oppa Young Dae udah selesai main, oh no..... gue udah bela-belain menyeberang ke sebelah, eh, Lee Yong Dae malah udah lenyap. Gue kecewa berat.

Suara teriakan In-Do-Ne-Si-A prok prok prok, teriakan habisin habisin habisin ketika tim Indonesia tinggal selangkah lagi menuju kemenangan, teriakan huuuuuuuuuuuu eaaaaaaaaaaaa huuuuuuuuuuuuu eaaaaaaaaaaaaaaa yang bergemuruh, dan tentu saja gue termasuk salah satu yang supporter yang dengan loyalnya turut menyumbang suara demi tim tercintah. Moment yang tak kalah seru adalah ketika para pemain melemparkan kaos pada para supporter, rusuh banget, tapi rusuh yang sportif :b

Dari keriuhan di arena, yang paling berkesan adalah penampilannya Markis Kido dan Hayom Rumbaka, mereka main dengan pol-polan, salut buat mereka berdua. Dan yang tak kalah mengesankan adalah perjuangan Bellatrix Manuputty yang berjuang habis-habisan, rubber set dengan skor 20-20-21, tapi akhirnya kalah juga. Bayangin, betapa nyeseknya Bela. But it’s just a game. Meski tahun ini di Indonesia Open atlet Indonesia hanya berhasil memperoleh satu gelar yakni di nomor ganda putra atas nama Muhammad Ahsan dan Hendra Setyawan, namun setidaknya Indonesia telah mempersembahkan acara yang fantastis ini dengan sangat sempurna. Tatanan dekorasi luar arenanya juga keren banget. Salut buat tim penyelenggara Djarum Indonesia Open 2013.


See You Next Year at Indonesia Open 2014

No comments:

Post a Comment