It's ALL about EPPHY

......On My Way To Become Good Wife And Great Mother.......

Go!

"I have lived through much and I now I think I have found what is needed for happiness. A quiet, secluded life in the country with possibility of being useful to people" -Tolstoy

Sunday, November 10, 2013

Ninna Rosmina : Sang Arsitek yang Hobi Nulis

Ninna Rosmina adalah seorang arsitek lulusan dari Institut Sains dan Teknologi Nasional. Ninna yang pernah bekerja di proyek selama dua tahun ini sekarang berprofesi sebagai full time wife and writer *profesi idaman saya :) *
One More Chance merupakan novel keduanya setelah novel pertamanya yang berjudul Cinta yang Lain.

Berikut ini adalah hasil interview saya bersama Kak Ninna, check it out!

Sejak kapan kak Ninna suka menulis?
Wah, kalau ditanyakan sejak kapan suka menulis, bisa dikatakan sejak bisa menulis kali ya. Sewaktu SD saya pernah menjuarai lomba mengarang indah, walaupun hanya di sekolah tapi karir menulis saya baru dimulai sejak tahun 2011 ketika saya bergabung dengan grup menulis Women Script and co

Wah, dari SD berarti dari kecil emang bercita-cita jadi penulis dong ya? Dan passion kak Ninna pasti menulis.
Waktu itu sih passion kebagi dua, antara menggambar dan menulis. Tapi yang pasti saya suka banget mengkhayal. Dulu sih sempet pengen jadi komikus, animator atau penulis. Yang pasti yang berhubungan dengan dunia cerita karena saya memang pengkhayal. Jalannya untuk menjadi penulis juga lumayan berliku. Tapi alhamdulillah, dengan ijin Allah, keinginan saya terwujud untuk menjadi seorang penulis.

Gimana perasaan kak Ninna waktu pertama kali bisa nerbitin novel dan jadi penulis beneran?
Waktu novel saya pertama kali terbit, seneng bukan main. Akhirnya setelah ditolak sana sini, kerja keras saya berhasil juga.

Penulis favorit dan buku favoritnya kak Ninna?
Penulis favorit sih ada banyak ya. JK Rowling, Dan Brown, Jrr Tolkien, Mark Haddon, Neil Gaiman. Kalau penulis Indonesia banyak yang saya kenal. Buku favorit saya suka serial Harry Potter (remaja banget ya), Lord of The Ring, The Hobbit, Laskar Pelangi , Da Vinci Code, Anansi Boys, Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran, Eragon Saga, oh saya lagi baca komik novel The Dork Diaries (sekalian belajar novel remaja :p)

Motivasi untuk menulis didapat darimana kak? Sang suamikah?
Oh... tadinya sih mikirnya asal aku ada kerjaan aja, otak jalan terus biar ga cepet pikun. Tapi setelah dipikir pikir lagi,inspirasi yg membuatku bertahan untuk terus menulis walaupun jalannya tidak selamanya mudah di sini, iya... suami yang membuatku bertahan. mungkin kalau sudah punya anak, mereka juga inspirasiku. Karena aku ingin tetap produktif, tapi rumah tetap keurus dan suami ga rewel karena aku cuekin, menulis bisa dilakukan di rumah.

Sumber inspirasi utama untuk menulis One More Chance?
Kalau secara cerita, terinspirasi dari novel. Padahal sebenarnya itu novel remaja gitu, judulnya Ways to Live Forever. Novel yang bercerita tentang seorang anak kecil yang menderita kanker, dan menuliskan sepuluh keinginan terakhirnya.
Waktu itu saya juga menonton berita infotainment yang menceritakan tentang seorang aktor yang walaupun dari atas tempat tidurnya tapi masih bisa meraih gelar S2nya. Semangat hidup seperti itu yang ingin saya coba angkat di novel One More Chance ini, walaupun dari sisi remaja. Nama aktor itu, Pepenk. 

Sukanya emang nulis novel remaja ya kak? Gak pengen nyoba genre lain?
Oh, sebenarnya sih aku suka genre macam macam. Novel pertama aku justru genrenya domestik romance. Dan one more chance ini young adult. Tertarik untuk menulis genre lain, kecuali horor ya, takut soalnya :D tapi kan aku juga melihat kemampuan. Dan sepertinya dari naskah naskah yg sudah aku tulis, kebanyakan young adult sampai domestik romance.

Untuk More More Chance barapa lama pembuatannya? Dan kendala terbesarnya?
Sebenarnya inti cerita one more chance sudah ada sejak tahun 2008. Tapi karena tanpa plot yg pasti atau outline, saya menulis aja sesuka hati saya, sampai akhirnya sudah halaman 180 tapi belum sampai klimaks juga¸… dan akhirnya saya berhenti menulisnya sampai tahun 2012 kemarin. Saya mulai menyusun ulang plot. Saya tulis selama sebulan, kemudian saya memberanikan diri mengirimkan ke penerbit. Kemudian bulan desember saya dipanggil Gagas Media. Jadi kalau ditotal total waktu penulisan sejak menyusun ulang plot sekitar 2-3 bulan termasuk revisi ya.
Kendala penulisan masalah riset ya, yaitu tentang leukimia. Kemudian menyusun 100 wishes. Lalu masalah pengkarakteran. Kemudian setting waktu, saya harus menghitungnya dengan tepat. Fyi, jas almamater yang berwarna hitam dan setting lokasi kampusnya terinspirasi dari kampus saya Institut Sains dan Teknologi Nasional.

Saya paling suka suka karakter Vio, dia unik. Dia juga mau berubah menjadi lebih baik, dari egois menjadi care, dari pendiam menjadi ceria. Kalau kak Ninna sendiri paling suka tokoh siapa? Dan kenapa?
Iya, sama. Saya paling suka karakter vio, karena itu bukan saya banget. Sedikit banyak terkadang saya belajar dari karakter vio mengenai semangat dan pantang menyerah. Kalau tokoh saya aja bisa saya buat seperti ini, kenapa saya tidak bisa. Tapi saya juga suka Cello, soalnya tokoh pertama yg saya ciptakan itu Cello, bukan Vio. Awalnya ketika saya sedang menonton acara remaja tahun 2008 lalu di TV, ada acara musik di sebuah kampus di Bandung. Saya ga inget wajahnya, yang saya inget rambut panjangnya. Seriusss
Ada cowok main gitar di atas panggung musik tersebut, mahasiswa kampus itu, rambutnya panjaaaang, luruuuus, hitaaamm... indaahhh... seriusss.

The best scene di One More Chance?
The best scene... mmm... nggak bisa saya putuskan ya. tapi kalo favorit scene ada banyak, misal bab ketika menceritakan flash back ke masa SMA. Atau ketika Vio harus bertahan ketika memaksa Cello datang ke rumah sakit untuk bertemu ayah dan ibunya. Atau... wah, kalau saya bilang di sini bisa jadi bocoran dong :D

Kak Ninna suka buku traveling? Travel writer favoritnya siapa kak?
Iya saya suka buku traveling. Wah ga hapal ya, ada banyak kan tuh. Mungkin besok kalo baca buku traveling aku hapalin namanya deh. Hehehe

The best place yang pernah kak Ninna kunjungi?
The best place... kalau secara kenangan sih (maksudnya penderitaan di sana soalnya selama bulan puasa disana) Muara Enim. Untung aja diseling ke Palembang. Hahahaha.... kalo secara petualangan, puas ngiterin kotanya Singapura. kalau secara view Danau Batur, Bali. Sejauh ini sih baru ke sana aja. Oiya, kalau secara penderitaan karena sendirian disana, suami ga bisa ikut, Kuala Lumpur, padahal waktu itu baru pertama kali aku keluar negeri jadi agak sedikit kurang puas sih

Wah, udah lumayan banyak itu mah, bisa merambah dunia travel writer dong?
Iya ya, bisa jadi travel writer... tapi harus nemu konsep yang baru dulu. soalnya buku traveling kan sekarang udah banyak. Lagian aku masih newbie di dunia tulis menulis... fokus ke novel aja dulu kali ya

Kalau tempat yang paling ingin dikunjungin?
Waktu itu saya baca buku Skandinavian eksplorer, dan saya jadi ngiler pengen ke sana. Jadi jawabannya Eropa timur kali ya. Menggigil menggigil deh. Oh, saya juga pengen banget ke Jerman, pernah belajar bahasa Jerman soalnya, tapi sekarang udah mulai lupa...

Rencananya kapan mau nulis novel lagi?
Alhamdulillah sudah. Oktober kemarin selesai satu naskah, tapi belum tahu diterima dimana. Berdoa yang terbaik aja. Genrenya juga masih young adult. November ini insyaAllah selesai satu naskah lagi, dan young adult juga aammiinn...

Last question, quote atau atau kata motivasi yang paling disukai kak Ninna?
Sesulit apa pun, harapan itu pasti masih akan selalu ada. Karena sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat. Kalau yg sederhananya, "Kalau rejeki, nggak kan kemana." eh itu mah jodoh ya, tapi sama aja kan ya :D

Thank you kak Ninna, semoga sukses ya...
Sama-sama Arista :)


Ternyata kak Ninna orangnya baik dan ramah banget. Di akhir interview saya malah diwawancara balik, hehehe. I wanna be like her, seorang full time istri yang juga menjadi penulis, kayak Han Ji En di film Full House gitu deh, it's gonna be so exciting. Thank you kak Ninna, good luck, semoga makin sukses untuk One More Chance dan dan semoga buku selanjutnya bisa segera terbit.
Ohya, yang mau kenalan sama kak Ninna colek saja di @NinnaKrisna atau yang mau intip blognya bisa di nichi-781.blogspot.com

1 comment:

  1. Ide yang bagus nih, interview orang untuk jadi bahan tulisan. I'll do this kind of thing too in my blog :)

    and this is my blog : Komobox

    ReplyDelete